SariCahayamu selalu menyambutku tiap pagi
Kehangatanmu menemukanku terbaring tak bergerak
Dengan mata terpejam kurasakan kehangatanmu menembus diriku
Sayup-sayup kudengar kau berkata Ayo bangun
Dengan setengah hati kubuka mataku yang sayu
Tatapanku tepat ke arahmu
Silau sinarmu membutakan mataku
Namun sinarmu juga memenuhi hatiku yang hampa ini
Bahkan rumput dan bunga pun
Menunggu kedatanganmu
Menunggu kehangatan sinarmu yang berkilau
Menunggu ciuman hangat darimu
Hati serasa teriris-iris saat kau meninggalkanku
Aku seperti kehilangan emas
Aku seperti kehilangan cahaya hidup
Dan hati menjadi beku
Mentari, Kau begitu murah hati
Kau tampakkan kembali wajahmu
Kau berikan kehangatan padaku
Dan juga kau berikan kasegaran dan kemurnian
Senin, 11 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar